Sunday, November 7, 2010

Puzzle...

Ntah berapa tahun yang lalu, pernah sekilas kulihat sebuah puzzle indah.. Aku tidak melihat jelas apa gambarnya.. Yang kutahu.. puzzle itu didominasi warna coklat muda.. Indah sekali.. Ingin sekali kumiliki puzzle itu.. It's beautiful..  Aku berusaha mencari puzzle itu, tapi sudah tidak ada disana.. Aku hanya menemukan papan dasarnya, tapi potongan2 puzzle itu telah tersebar kemana-mana. Untuk mencarinya, aku berusaha membuat sebuah gambar puzzle dalam imajinasiku, yang kira2 mirip seperti yang kulihat dulu.. Ntah bayangan di otak ku itu memang puzzle itu. Dengan modal gambar puzzle imajinasi ku, Aku bertanya ke orang-orang di sekitarku, berusaha mengumpulkan semua potongannya, agar bisa ku susun menjadi puzzle utuh, tapi mereka tidak tahu dengan jelas. Mereka hanya bisa memberikan kepingan-kepingan puzzle berwarna sama.. kali saja, itu adalah salah satu potongan dari nya..

Tahun demi tahun, aku bergerak memegang harapan ku akan puzzle itu.. Di setiap lelah, kutilik beberapa potongan puzzle yang sudah kupunya, aku kembali tersenyum dan bersemangat.. Aku terus melangkah, tanpa lelah mengumpulkan potongannya.. Gambaran puzzle utuh sudah lama ada di kepala.. Aku begitu ingin memilikinya.. Karena itu akan menjadi puzzle pertama seumur hidupku.. Aku sudah membayangkan betapa bahagianya aku jika puzzle itu terkumpul utuh.. Tapi tidak tahu juga, apakah kelak jika memang terkumpul, aku akan sebahagia itu.. Tapi rasa-rasanya.. aku akan senang!

Ada satu kali, dimana beberapa potongan puzzle yang sudah terkumpul, kembali tercecer.. Aku memungutnya kembali, tapi ada satu potong yang hilang.. Haiz.. Sudah sangat minim yang kupunya, tapi masih hilang satu juga.. Aku sedih.. murung beberapa hari dan berpikir, apakah aku harus menghentikan usaha pencarian potongan puzzle, merelakan puzzle itu tak utuh? Puzzle itu sendiri sangat misterius, tidak ada jaminan puzzle itu akan pernah utuh.. Berjalan dalam kegamangan, hanya dengan memegang tali harapan yang tipis sekali... ketika hampir menyerah, tanpa sengaja, potongan hilang itu terlihat lagi.. Yah.. ada dibelakang monitor ku :). Hati ku senang dan kembali menyemangati diri untuk berburu potongan puzzles..

Ada beberapa lama juga, karena kesibukanku, aku lupa akan upayaku mencari puzzle ini.. Tapi kemudian, ide puzzle itu kembali muncul dan aku kembali berusaha mengumpulkannya.. Potongan2 semakin susah ditemukan.. karena orang-orang di sekitarku telah memberikan potongan puzzle yang mereka punya.. Tidak jelas lagi kemana aku  harus mencari potongan-potongan itu.. Tapi harapan di hati untuk memiliki puzzle utuh itu masih begitu besar..

Namun, beberapa hari ini, aku terusik oleh pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku:
Bagaimana jika puzzle itu benar-benar semu? Yang artinya, sekeras apapun usahaku, dia tidak pernah akan utuh?
Bagaimana jika potongan-potongan itu yang ada ditanganku, ternyata bukan bagian dari puzzle yang kuinginkan? Beberapa terlihat mirip sih.. tapi.... Tidak bisa dipastikan klo belum banyak yang terkumpul.. Selama ini aku hanya mengira-ngira dan menebak-nebak..
Bagaimana jika puzzle itu sudah dimiliki orang lain? Dan yang selama ini kukumpulkan, ternyata bukan puzzle yang waktu itu kulihat?

Hm.. aku tidak tahu apa jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas.. Yang jelas, Hatiku belum siap, jika harus menerima kalo puzzle itu tak mungkin utuh.. Harapan ku, ato mungkin kemelekatanku akan puzzle itu, masih sangat besar.. Mataku berusaha menutup, diriku berusaha menjauh dari fakta yang mengerikan itu.. Aku takut.. Aku mungkin akan lemas jika fakta tidak mendukung ekspektasiku.. meskipun puzzle itu masih misterius hingga saat ini..

Aku mulai berpikir.. Mungkin memang ada baiknya jika aku mulai menggambar puzzle ku sendiri.. Dengan bermodal imajinasi di otak, aku harus menggunting dan menggambar potongan-potongannya.. Sulit memang membuat puzzle sendiri dan membuatnya utuh.. Akan diperlukan banyak usaha dan mungkin memakan waktu yang lama.. Tapi aku perlu mulai menggambarnya, sebelum fakta puzzle misterius itu terkuak.. Aku harus mulai menggambar puzzle ku sendiri, karena cepat ato lambat, fakta puzzle misterius itu akan kuketahui.. Ntah positif ataupun negatif, aku harus mempersiapkan diriku.. Semoga puzzle buatanku sudah utuh ketika saat itu tiba..

Meski puzzle hasil gambaranku mungkin tidak seindah yang ada di imajinasiku, tapi setidaknya, nanti, aku punya puzzle yang utuh.. sehingga kelak, .. ketika kudengar bahwa puzzle misterius yang dulu kucari tidak pernah akan utuh pun, aku tetap akan sedih, tapi setidaknya aku sudah lebih siap, dengan satu puzzle utuh di tanganku..

Sambil menggambar puzzle ku, tentu saja aku tidak akan berhenti mencari potongan puzzle misterius itu.. Karena aku tak ingin menyerah begitu saja pada harapanku. Lantas, kenapa masih perlu menggambar sendiri, kalo toh puzzle itu masih kucari juga?
Aku tau dengan jelas, bagaimana motivasi pencarian itu akan menjadi berbeda.. Jika aku sudah mempunyai puzzle utuhku gambarku sendiri, kemelekatan akan puzzle misterius itu akan berkurang.. Mencari tapi tidak melekat.. Dengan puzzle utuh ku sendiri, aku siap menghadapi apapun akhir dari pencarianku. Jika semua potongan puzzle misterius itu terkumpul, aku akan menjadi sangat bahagia, mengingat usahaku selama ini.. Tapi jika ternyata itu puzzle semu, aku pun tidak akan terpukul telak, karena aku sudah pernah punya puzzle utuh di tanganku.. Kebahagiaan ku tidak lagi bergantung pada ada atau tidaknya puzzle misterius itu nanti..

Yah.. sudah saatnya aku mulai menggambar dan menggunting potongan puzzle ku sendiri.. Menggambar puzzle bukan berarti aku menyerah, tapi mengikis kemelekatanku akan puzzle itu.. Kuakui, memulai membuat puzzle ku sendiri itu tidak gampang, karena di otak masih terekat kuat puzzle misterius itu.. Tapi aku perlu menyayangi diriku sendiri. Aku sudah membayangkan, akan menjadi betapa sedihnya aku jika aku tak punya puzzle dan kuketahui puzzle itu juga semu.. Teringat kembali perasaan ku beberapa tahun lalu, saat potongan puzzle tercecer 1, yang pada akhirnya kutemukan kembali di balik monitorku.. Meski pun susah, tapi aku harus memulai.. Mempersiapkan diri untuk menghadapi apapun fakta di depan, Tak ingin mendapati diriku sedih kelak, jika semua harapan ku selama ini tidak terwujud..

Tidak ada yang tahu akhir dari pencarian puzzle ku.. Satu hal yang  kutahu pasti, aku harus menyelesaikan gambar puzzle ku, hingga aku punya puzzle yang utuh :).

Akankah aku menyesal jika kelak tahu kalo puzzle yang kucari selama ini hanyalah semu? Tidak! Tidak akan ada penyesalan, karena aku belajar banyak selama pencarian puzzle itu.. Puzzle itu mengajarkan ku untuk berjuang! Puzzle itu mengajarkan ku untuk tidak menyerah, meskipun apa yang didepan masih tidak jelas! Puzzle itu mengajarkan ku menjadi optimis! Toh gambar di depan itu tak ada yang tahu, jadi bisa saja positif..  Selama proses pencariannya pun, aku diberikan kesempatan merasakan naik turun, suka dan duka, membuat hidup ku sangat berwarna..

No comments:

Post a Comment